BREAKING

Rabu, 03 Februari 2010

Kenyau, Upacara Adat Suku Dayak Tunjung di Sekolaq Joleq

Kutai Barat, Kaltim - Warga Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, melaksanakan upacara adat Kenyau, Jumat (21/8). Puncak kegiatan itu saat sejumlah kerbau ramai-ramai ditusuk sebelum disembelih. Bentuk persembahan hewan kepada leluhur tersebut rupanya sudah lebih ratusan tahun digelar di kalangan suku Dayak Tunjung. Kepala Adat Kampung Sekolaq Joleq Puray mengatakan, perlunya dilestarikannya budaya leluhur ini karena upacara adat Kenyau merupakan wujud balas jasa anak dan keluarga besar kepada orang tua yang baru saja meninggal dunia. “Upacara adat Kenyau merupakan perwujudan kepercayaan sistem adat suku Dayak Tunjung dalam memberikan gambaran ungkapan terima kasih kepada arwah leluhur yang selama ini berjasa,” terang Puray.

Sambutan tertulis Bupati Kubar Ismael Thomas disampaikan Staf Ahli Bupati Markus Raing SPd mengatakan, salah satu wujud pembangunan Kubar yang masyarakatnya sejahtera, cerdas, sehat, dan produktif berbasiskan ekonomi kerakyatan, yaitu menggali dan melestarikan adat budaya masyarakat lokal. “Adat budaya merupakan salah satu aset pembangunan,” kata Bupati. Dari sisi kekayaan, katanya, nilai etis yang dapat diangkat, dikembangkan dan dilestarikan menjadi bentuk keragaman pola kehidupan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan iklim yang kondusif bagi proses pembangunan.

Kepada seluruh masyarakat, Bupati berpesan agar terlibat aktif dalam kegiatan pembangunan kebudayaan dan bidang pembangunan lainnya. Masyarakat hendaknya perduli terhadap pengembangan adat budaya lokal, dengan menciptakan kreasi yang inovatif, upaya pengembangan kebudayaan. Sehingga adat dan budaya yang terkandung dalamnya dapat berfungsi sebagai nilai-nilai luhur. Di samping itu, juga dapat mengatur dan menjamin kehidupan yang harmonis dan sekaligus kondusif. Juga dapat dikembangkan menjadi salah satu aset kemajuan kepariwisataan. “Yang pada gilirannya dapat menunjang proses peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya Bupati berharap, pengurus adat di kampung-kampung di Kubar dapat bekerjasama dengan Presidium Dewan Adat (PDA) dalam menentukan aturan-aturan bagi pelaksanaan kegiatan upacara adat dan hukum adat lainnya. Dengan demikian, pelaksanaan upacara adat tidak akan menyalahi aturan dan hukum adat yang murni yang diakui masyarakat. “Kerjasama kepala adat kampung dan PDA penting dilakukan,” tegas Bupati. Ini semua, sambung dia, demi menjaga kemurnian dan keaslian praktik adat dan hukum adat yang saat ini mulai terkikis kepentingan tertentu yang tidak sejalan dengan tujuan dan fungsi asli adat dan hukum adat itu sendiri.

Bupati juga meminta masyarakat bersama lembaga PDA dapat menggali kekayaan adat istiadat dan hukum adat yang asli yang telah hidup selama berabad-abad oleh masyarakat. Dengan demikian, secara bersama-sama masyarakat dan pemerintah memelihara, menggali dan melestarikan adat istiadat dan hukum adat dengan serius dan bertanggung jawab. “Keaslian adat istiadat merupakan kekayaan budaya yang sesungguhnya merupakan jati diri sebagai masyarakat Kubar yang beradat,” tegasnya. (hms10)

Sumber: http://www.kaltimpost.web.id
Kredit Foto: http://stat.ks.kidsklik.com (Foto 2 anak SD Dayak Tunjung, dalam pertunjuklan Petarung behempas)

Profil Suku Tunjung/Dayak Tunjung adalah suku bangsa yang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Suku Tunjung mendiami daerah kecamatan :

  1. Melak, Kutai Barat
  2. Barong Tongkok, Kutai Barat
  3. Muara Pahu, Kutai Barat
  4. Kelekat, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara
  5. Bukit Layang, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara
  6. Pulau Pinang, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara
  7. Lamin Telihan, Kenohan, Kutai Kartanegara
  8. Teluk Bingkai, Kenohan, Kutai Kartanegara
  9. Lamin Pulut, Kenohan, Kutai Kartanegara

Tonyoy-Benuaq merupakan nama lain dari Tunjung-Benuaq. Kedua Suku Dayak ini merasa tidak terpisahkan baik dari segi sosial dan budaya. Namun sering pula disebutkan secara terpisah yaitu Suku Dayak Tunjung dan Suku Dayak Benuaq.

Daftar isi:
1. Paguyuban
2. Organisasi Lain
3. Pranala luar

Suku Tunjung/Dayak Tunjung - Jumlah populasi

kurang lebih 76.000, .

Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur: 76.000 Bahasa Tunjung ( tjg ), Indonesia Agama Kaharingan. Kelompok etnis terdekat suku Dayak( Rumpun Ot Danum)

1. Paguyuban

Dewasa ini terdapat paguyuban/ormas untuk menyatukan kedua sub-etnis ini yaitu Sempekat Tonyoy-Benuaq (STB). STB juga merupakan anggota Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT).

STA (sepekat tonyi ASA), gabungan sepuluh kampung dengan nama akhir asa seperti Balok Asa, Juhan Asa, Ngenyan Asa, Muara Asa, Pepas ASA, ..ASA.

dayak tunjung juga terbagi dua jenis.. ada yang di sebut Tunjung tengah, suku tersebut berdomosili di barong tongkok dan memiliki logat sedikit keras. sedangakan dayak tunjung pinggir atau di sebut juga tunjung rentenuk dengan domisili di kecamatan Linggang Bigung memiliki logat yang halus..

2. Organisasi Lain

Didaerah tunjung benuaq terdapat beberapa organisasi kepemudaan seperti: 1. KPADK (komando Pertahanan Adat Dayak Kalimantan) 2. LPADKT ( Laskar Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Timur) 3. Pungawa 4. dll

Sumber : http://id.wikipedia.org


1 komentar :

 
Copyright © 2009-2013 Cerita Dayak. All Rights Reserved.
developed by CYBERJAYA Media Solutions | CMS
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Flickr YouTube