BREAKING

Senin, 24 Oktober 2011

Kalbar Tuan Rumah Pertemuan Tokoh Dayak Se-Kalimantan

Silaturahmi tokoh Dayak se Kalimantan di Samarinda Kaltim secara resmi ditutup oleh Ketua Majelis Adat Dayak Nasional yang juga Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang di GOR Madya Sempaja Samarinda Kaltim, Sabtu (15/10).
Dalam acara penutupan tersebut muncul gagasan otonomi khusus (otsus) bagi Pulau Kalimantan semakin ‘menggema’. Ribuan tokoh Dayak ini sepakat, otonomi khusus harus segera diperjuangkan dan direalisasikan untuk percepatan pembangunan Kalimantan terpadu.
“Pembangunan Kalimantan tak akan bisa dipercepat jika kita tidak segera memperjuangkan otonomi khusus. Otsus harus kita sepakati. Jika di Papua bisa, kenapa Kalimantan tidak bisa,” seru Prof H KMA M Usop MA, tokoh Dayak dari Kalteng.
Menurut Usop, otonomi khusus di Papua misalnya, telah diundangkan dan diterapkan dengan baik. Selain landasan efektifnya otsus di sejumlah daerah itu, menurut Usop UUD 1945 juga telah mengisyaratkan amanat konsep pembangunan negara kepulauan Indonesia.
“Dalam pasal 25 UUD 1945 kita adalah negara kepulauan, dimana satu pulau mesti satu otonomi khusus. Otsus mengatur tentang pengintegrasian pembangunan antar provinsi. Jadi satu pulau betul-betul terpadu,” ujar Usop.
Dengan demikian, lanjutnya, pengelolaan dana pembangunan akan lebih mudah diatur, pertahanan keamanan lebih mudah dikelola. Itu semua akan diatur dengan dikelola melalui oleh wadah Majelis Rakyat Kalimantan Bersatu. “Majelis Rakyat Kalimantan Bersatu ini harus membuat undang-undang integrasi antar provinsi,” tegasnya.
Selain gagasan itu, pembicara lain juga berbicara soal pentingnya pembangunan politik Dayak disampaikan oleh Drs Ibrahim Banson SH, tokoh Dayak dari Kalbar. “Dalam perjuangan sangat perlu action plan. Nanti kita harus tindaklanjuti perjuangan ini ke pemerintah pusat. Dasarnya adalah pertemuan ini,” ujar Ibrahim.
Rama Asia, tokoh Dayak dari Kaltim yang kebagian materi soal pentingnya organisasi juga menegaskan wadah perjuangkan perlu diperkokoh agar lebih kuat dan membumi. “Apapun wadah perjuangannya harus diperkuat. Kita wajib pertegas perjuangan bersama,” ujarnya.
Dalam acara penutupan tersebut seluruh menyepakati Propinsi Kalimantan Barat sebagai tuan rumah pelaksanaan silaturahmi tokoh Dayak se Kalimantan yang kedua tahun 2012 nanti. Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan menyambut baik ditunjuknya Kalbar sebagai tuan rumah tahun depan. “Ini tanggungjawab masyarakat Dayak di Kalbar untuk mensukseskan kegiatan itu, sehingga jauh hari kita bisa mempersiapkan diri sehingga kegiatan itu nanti bisa lebih meriah, dan terlebih menghasilkan keputusan dan kesepakatan yang penting bagi pembangunan Kalimantan” jelas wabup Sintang ini. (Rilis/Syukur Saleh)

sumber : www.borneotribune.com

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2009-2013 Cerita Dayak. All Rights Reserved.
developed by CYBERJAYA Media Solutions | CMS
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Flickr YouTube